Wednesday, March 26, 2014

Revolusi Superman



John Kay. Ia mungkin tak tenar. Tapi ia adalah sosok tersembunyi di balik bergulirnya revolusi industri yang bermula di Inggris. Akibatnya, terjadi percepatan kemajuan ekonomi Inggris di awal abad XVIII dan kemudian menjalar ke sebagian besar daratan Eropa. Namun kemajuan ini dibayar mahal dengan krisis sosial masyarakat kalangan bawah. Harga keringat rakyat semakin murah tak terkendali. Terjadi Chaos dan gejolak rakyat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang begitu cepat dan dahsyat. Bahkan seorang Auguste Comte pun harus memunculkan ilmu baru -Sosiologi, sebagai respon atas mendesaknya mempelajari perubahan sosial yang terjadi.

John Kay adalah penemu flying shuttle. Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat. Industri tekstil mulai muncul dengan mesin-mesin baru yang kemudian dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan setelahnya. Menggantikan tangan dan urat nadi pekerja yang selama ini tergantung nyawanya di situ. Hal ini diperparah oleh gelombang "mesinisasi" di industri-industri padat karya yang lain. Rakyat bergolak, namun perlahan mereka akhirnya terbiasa dengan pola dunia baru ini. Walaupun masih menyisakan ketegangan antara dua kubu baru dunia; pemilik modal vs buruh. Bahkan sampai sekarang.

Perubahan selalu menyisakan shock pada masyarakat yang tidak siap. Sayangnya, mereka adalah penghuni mayoritas planet bumi.

Bagi orang sekarang, sulit mungkin membayangkan dan merasakan, bagaimana keruhnya kondisi sosial masyarakat di masa itu. Faktanya, tanpa disadari, apa yang sekarang terjadi sedikit banyak serupa dengan kondisi sosial yang dulu pernah ada. Ini adalah akibat dari revolusi, tepatnya revolusi digital yang telah dimulai sekitar 40an tahun lalu.

Dibanding pergolakan rakyat yang terjadi pada revolusi industri-nya John Kay, masyarakat revolusi digital sekarang mungkin akan juga kaget, emosi, lalu bingung dan tak sadar diri saat mendengar sosok dibalik revolusi digital ini yang ternyata adalah Superman. Iya, Superman yang pahlawan super tokoh fiksi itu. Hmm.. nggak  kaget ya? baiklah. Begini kisahnya.

Pada tahun 1940, ketika perang dunia II (1939-1945) bekecamuk hebat yang seolah hampir menyelimuti dunia, seorang anak usia 6 tahun sedang asik menikmati salah satu dari komik favoritnya. Di sebuah apartemen kecil kota Manhattan Amerika Serikat, Ia membaca lembar demi lembar cerita dan terkagum-kagum pada sosok dan cerita sang pahlawan super yang menjadi tokoh utamanya. Superman. Kemudian tiba-tiba ia berhenti, pada setengah komik. Seperti mendapat ide, dari cerita yang ada. Agaknya, dengan melihat yang akan anak itu lakukan kemudian, dia sedang membaca  Action Comics #1 (Komik pertama Superman yang terbit tahun 1939) bukan Superman #1 (Komik pertama dengan nama Superman yang nongol di akhir 1940an). Di Action Comics #1, setengah bagian komik hanya bercerita tentang asal usul Superman dan penjelasan saintifik-teknis seputar kekuatan Superman. Ia dengan cepat mengumpulkan bahan-bahan sederhana di sekitar rumahnya dan lalu merangkainya. Tak berapa lama, radio kristal berhasil ia buat. Saat usianya masih sangat belia. Setahun paska balita.

Ia Leonard Kleinrock. 29 tahun kemudian, sang insinyur ini menemukan internet. Ruh kehidupan modern. Superman dengan kekuatan super dan sejarah hidupnya, telah menginspirasi Leonard untuk melakukan perubahan pada dunia. Agar semakin cepat dan dekat, seperti lesatan kilat sang super hero Superman.

Dampak sosial dari internet memang kelihatan tidak seheboh dampak revolusi industri kala itu. Dampak tersebut tidak terlihat heboh karena ia tidak menyerang komunitas-komunitas sosial yang bisa bergolak sewaktu-waktu. titik serang internet adalah indifidu. Dan kita semua tahu apa yang yang terjadi selanjutnya; krisis identitas indifidu. Pribadi bimbang. Karena di internet seseorang bisa menjadi siapapun. Seperti apapun. Bahkan menjadi Superman. Revolusi kehidupan sosial dimulai.

Informasi fisik dari buku menjadi barang berdebu, karena google lebih cepat mencari yang kita butuhkan. Walau instan. Tak perlu capek-capek ke Perpustakaan. Makna temanpun menjadi aneh. Karena teman bisa diukur secara kuantitatif. Bahkan bisa diputus dengan hanya sekali 'klik'. Bakat komentator bermunculan, tak sedikit yang saling caci mencela. Apalagi dengan akun favorit mereka: anonim. Generasi pengecut muncul, ini bukan sekedar krisis sosial. Jika tidak segera pulih, ini akan menjadi kiamat sosial.

Kedaulatan pribadi tergadaikan, begitu mudahnya melacak identitas seseorang. Tak perlu NSA, pengguna internet biasa pun dapat dengan mudah mencari tahu identitas seseorang. Tidak hanya identitasnya, keadaan, tempat, dan apa yang difikirkan pun dapat diketahui dengan mudahnya. Kerjaan intelejen menjadi lebih mudah. Dan Murah.

Perubahan selalu menyisakan shock pada masyarakat yang tidak siap. Sayangnya, mereka adalah penghuni mayoritas planet bumi. Termasuk saya.
Baca selengkapnya

Tuesday, September 25, 2012

Anomali

Cuaca ekstrim melanda dunia. Di Sebagian wilayah Australia saat ini, terjadi hujan salju pekat. Tidak biasanya, bulan desember yang seharusnya panas di bagian selatan bumi, mendadak berubah menjadi desember putih layaknya di Eropa. Orang Australi pun terpaksa urung mencuci pakaian dingin mereka untuk menghadapi musim dingin bagian kedua. Di Rusia, untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas setinggi itu membakar hutan dan mengeringkan lahan gambut yang lalu mudah terbakar. Rusia dikepung kabut asap beracun. Kematian 700 jiwa per hari. Sementara itu, di Pakistan, hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan dihantam banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu. Di China, negara berpopulasi terbesar di dunia, dilanda banjir yang disebut terburuk selama satu dekade terakhir, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan melenyapkan 600 orang. Sedangkan di Indonesia sendiri, sepanjang tahun ini kita mengalami musim hujan tanpa henti. Derasnyapun tak terkira-kira. Anomali.

Ditengah cuaca yang kacau, iklim politik dunia pun turut memanas seiring beredarnya beberapa dokumen rahasia kawat diplomatik AS dibeberapa negara. Dokumen-dokumen tersebut secara terbuka, diungkap di sebuah situs eksentrik, wikileaks.com. Sang pendiripun dikejar-kejar, yang pada akhirnya menyerahkan diri di kepolisian Inggris atas tuduhan yang dilontarkan oleh pemerintah Swedia yang kacau pula, pelecehan seksual. Pemerintah AS mencak-mencak, situs wikileaks diblokir, bahkan beberapa perusahaan yang selama ini terkait dengan wikieaks dipaksa memutus hubungannya. Dan yang lebih menyedihkan, wapres AS Joe Biden menyebut Julian Assange sebagai teroris teknologi tinggi. Akhirnya kebebasanpun, terenggut dari negeri peng-ekspor demokrasi. Politik terselubung elit, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Massa yang selama ini dianggap apatis politik-lebih tepatnya dipaksa apatis, mendadak menjadi pemegang kartu truf kebobrokan para penguasa dunia. Beberapa negara menentang, tapi tak sedikit yang melakukan pembelaan kepada sang hacker. Tujuannya mudah ditebak-mengamankan diri dari bocornya dokumen-dokumen rahasia negaranya masing-masing dimasa datang. Anomali.

Keadaan yang menyimpang, begitulah kira-kira makna sederhana anomali. Dalam ilmu fisika, teori anomali air mungkin paling bisa menjelaskan proses penyimpangan tersebut. Ketika air didinginkan, maka massa air tersebut akan menjadi semakin berat, tetapi terdapat kejadian yang aneh ketika suhu air tersebut sampai pada suhu 4 derajat Celcius. Di suhu ini, air berhenti menyusut, dan sebaliknya air akan memuai sampai pada suhu 0 derajat C, dan pada suhu 0 inilah es mulai terbentuk, kemudian jadilah es-suatu benda padat yang asalnya dari air. Fenomena ini menjadikan berat massa jenis es menjadi lebih ringan dari air. Penyimpangan terjadi karena, secara teoritis Massa jenis = massa / volume, namun, massa air ini hanya bisa menyusut (volume air berkurang) sampai suhu 4 derajat C saja. sebabnya, karena air memiliki massa jenis paling tinggi pada suhu 4 derajat C.

Dititik dunia yang berbeda. Gemuruh riuh suara penonton menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, mendukung timnas yang sedang berlaga. Merinding di suhu anomalis, 4 derajat Celcius hehe. Jalanan mendadak sepi, namun teriakan-teriakan dukungan silih berganti bersahut-sahutan di sudut-sudut jalan negeri ini. Sudah sejak lama, Indonesia merindukan kejayaan sepakbola. Bahkan, sangking semangatnya untuk menjadi sporter, pas Piala Dunia lalu masyarakat kita banyak yang memakai kaos timnas negara lain, bahkan mengibarkan bendera negara orang lain. Kalau seandainya nasionalisme itu sama dengan keimanan dalam agama, maka mereka pasti telah divonis murtad! hahaha. tapi untunglah itu tidak terjadi. Dan sekarang, momentum itu telah tiba. Timnas Indonesia kali ini, terlihat tangguh, bersemangat, kompak, dan menghibur. Kata sebagian pakar, ada dua momentum penting yang dapat memunculkan euforia nasionalisme masyarakat Indonesia, pertama ketika mendukung timnas bermain bola (dengan catatan: menang) dan kedua ketika terjadi konflik dengan negara tentangga Malaysia. Nah, dua momentum itu kebetulan akan terwujud di final piala AFF nanti. Indonesia vs Malaysia. Semoga Indonesia juara, dan semoga momentum ini bukan hanya sekedar...anomali.


Baca selengkapnya

Tuesday, January 18, 2011

Tukiyo dan Suniyem

Gelap mendung menyelimuti dusun bleki pagi itu. Derasnya hujan seolah menjadi tirai bumi akan datangnya cahaya matahari. Suara gemerisik daun, siulan angin di sela-sela batang bambu, dan riuh air hujan menciptakan komposisi nada orkestra kelas atas dengan aroma lokal. Mungkin seperti irama keroncong yang di racik oleh tangan dingin mozart: indah, menenangkan, dan hangat. Selimut karung goni yang tebal, semakin memeluk erat penduduk dalam kehangatan suasana itu.. dalam mimpi mereka mungkin, pagi tidak akan pernah menjelang.

Padahal, Di malam itu, telah terjadi kejadian mengerikan di ibukota. Para jenderal diculik dan dibunuh dengan kejamnya: ya, malam itu tepat tanggal 30 september 1965.

Tapi apalah arti ibukota bagi penduduk dusun itu. "Gejolaknya dibuat seolah menjadi gejolak negeri seluruhnya, tapi permasalahan dusun kecil itu, tak pernah digubris.. bahkan seolah dicampakkan bak negeri asing tak berpenghuni", itulah salah satu pesan penduduk awal dusun itu, mbak turio namanya. Ia pernah menjadi salah satu pencetus aksi sumpah pemuda tahun 1928, namun akhirnya ia memilih mengasingkan diri di sebuah kawasan kosong, di kaki bukit jabalekat. Usut punya usut, dia kesal lantaran di cap ndeso oleh orang-orang ibukota kala itu lantaran aksen daerahnya ketika bicara, terlalu mencolok. So simple, tapi itulah faktanya. Lalu diapun mencari pendamping dan hidup di lereng terpencil itu hingga akhir hayatnya.

Dan saat ini, penduduk seberangpun mulai mencicipi indahnya kehidupan kampung bleki. Dan mereka pada akhirnya membangun kehidupan baru di tanah impian itu. Tidak ada gejolak, hanya kesejukan dan kedamaian. Setidaknya, sebelum munculnya kejadian aneh yang menimpa tukiyo, salah satu pemuda desa tersebut. Yang tak lain adalah cucu tertua dari pendiri desa itu, mbah turio.

Cerita bermula pagi itu. Ketika penduduk desa masih enggan beranjak dari tempat tidurnya walaupun hujan telah reda, tukiyo sudah berdandan rapi ingin menikmati indahnya pagi. Matahari sudah mulai menyinari, jalan-jalan di sawah mungkin bisa menghangatkan tubuh, gumam tukiyo dalam hati. Lalu di gosoknya sepatu warisan kakeknya sampai mengkilap kinclong, dan dengan tangan di pinggang dan kepala tegak.. tukiyo bersiul-siul sambil melangkahkan kakinya menuju hamparan sawah yang membatasi dusun itu dengan bukit jabalekat.

Tapi tiba-tiba, padangannya menjadi kacau.. keindahan alam yang terhampar didepannya, dirusak oleh rangkaian bongkahan kotoran kerbau yang basahh dan meluber kemana-mana. Namun, tukiyo tak patah arang. Ia lanjutkan perjalanannya menikmati hangatnya mentari pagi itu. Dengan hati-hati dan wajah penuh duka luka dan mau nangis, tukiyo melangkah.. melompat.. jongkok.. salto.. hanya demi menghindari gundukan-gundukan kecoklatan itu. Sepatu mengkilatnya yang warisan kakeknya, dipertahankannya dengan sepenuh jiwa dan raga. Baginya, perjuangan melindungi sepatunya dari kotoran kerbau, sama dengan melindungi negara dari ancaman belanda. Benar-benar jiwa ksatria.

hingga...

Gedabrukkk.. blesss.. ia terjatuh dalam posisi push up. Dilihatnya sepatunya, "amaaaan ha ha ha..man..." ucapnya dengan nafas tersenggal-senggal. Namun ketika mengusap muka, sebuah cairan padat kecoklatan telah menempel lengket dan menetes pula. Ternyata bongkahan kotoran kerbau yang menjulang tinggi tepat berada di bawah mukanya dan telah menenggelamkan kepala itu hampir menutupi telinga. Tapi ia masih tersenyum, baginya sepatu itu lebih berharga dari mukanya..

tiba-tiba...

cring... sebuah suara mirip gelas yang dipukul-pukulkan ke gigi di iringi asap tebal muncul dari gundukan kotoran yang mengenai muka tukiyo. Ia kaget setengah mati, melompat kebelakang dengan satu kaki, dan diakhiri dengan posisi kuda-kuda dengan dua tangan mengepal di samping telinga, tanda siaga satu. Lalu, asap tebal abu-abu dengan aroma busuk itu pelan-pelan berubah menjadi air dan terjadi hujan rintik lokal tepat diatas gundukan itu. Tukiyo pun takjub dan bahagia tak terkira, dia serasa raksasa yang bisa menjangkau awan dan hujan dari dekat.. kemudian gundukan itu pelan-pelan berubah menjadi putih.. bersih.. bak kapas.. pemandangan aneh menyeruak di depan tukiyo..

Dalam sekejap, si putih perlahan-lahan berubah menjadi sesosok perempuan anggun nan menawan dengan senyuman yang sangat manis.. seperti kata pujangga: bak gula dicampur manggis.. lalu dengan suara merdu dan menggemaskan, perempuan itu menyapa hangat menggetarkan hati.. "terima kasih, mas.. kamu telah menyelamatkanku".

Dengan muka yang masih kaget tapi senang bukan kepalang, tukiyo hanya membalasnya dengan senyuman.. dan segera memperbaiki cara berdirinya yang masih dalam posisi kuda-kuda dengan kepalan tangan ditelinga, menjadi posisi kaki rapat dan tangan di belakang serta tubuh agak condong kedepan.. terayun-ayun.. gontai dan terlihat canggung.

tapi kemudian...

Setelah ucapan terimakasih singkat itu, sang putri cantik jelita (sebutan tukiyo untuk perempuan itu) tiba-tiba lari menuju bukit.. dan terus berlari dengan tangan diayunkan kanan kiri lalu menghilang ditelan jarak pandang.. hanya meyisakan debu-debu tipis yang diterjang...

Sedangkan tukiyo...

Ia masih dalam posisi sebelumnya. Berdiri doyong mematung. Ia pun bingung dan bertanya-tanya, siapa, anak siapa, dan dari mana putri cantik jelita jelmaan tai kerbau ini.. buih-buih rasa asmara yang belum pernah ia rasakan pun muncul begitu saja.. walaupun bau sang putri masih seperti asalnya, tapi pesonanya menghanyutkan jiwa tukiyo. Dan tukiyo masih tersenyum, bahkan senyumnya tak terkendali.. jangan-jangan ia mulai lupa, bagaimana untuk tidak tersenyum...

Bersambung..
Baca selengkapnya