Cuaca ekstrim melanda dunia. Di Sebagian wilayah Australia saat ini, terjadi hujan salju pekat. Tidak biasanya, bulan desember yang seharusnya panas di bagian selatan bumi, mendadak berubah menjadi desember putih layaknya di Eropa. Orang Australi pun terpaksa urung mencuci pakaian dingin mereka untuk menghadapi musim dingin bagian kedua. Di Rusia, untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas setinggi itu membakar hutan dan mengeringkan lahan gambut yang lalu mudah terbakar. Rusia dikepung kabut asap beracun. Kematian 700 jiwa per hari. Sementara itu, di Pakistan, hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan dihantam banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu. Di China, negara berpopulasi terbesar di dunia, dilanda banjir yang disebut terburuk selama satu dekade terakhir, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan melenyapkan 600 orang. Sedangkan di Indonesia sendiri, sepanjang tahun ini kita mengalami musim hujan tanpa henti. Derasnyapun tak terkira-kira. Anomali.
Ditengah cuaca yang kacau, iklim politik dunia pun turut memanas seiring beredarnya beberapa dokumen rahasia kawat diplomatik AS dibeberapa negara. Dokumen-dokumen tersebut secara terbuka, diungkap di sebuah situs eksentrik, wikileaks.com. Sang pendiripun dikejar-kejar, yang pada akhirnya menyerahkan diri di kepolisian Inggris atas tuduhan yang dilontarkan oleh pemerintah Swedia yang kacau pula, pelecehan seksual. Pemerintah AS mencak-mencak, situs wikileaks diblokir, bahkan beberapa perusahaan yang selama ini terkait dengan wikieaks dipaksa memutus hubungannya. Dan yang lebih menyedihkan, wapres AS Joe Biden menyebut Julian Assange sebagai teroris teknologi tinggi. Akhirnya kebebasanpun, terenggut dari negeri peng-ekspor demokrasi. Politik terselubung elit, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Massa yang selama ini dianggap apatis politik-lebih tepatnya dipaksa apatis, mendadak menjadi pemegang kartu truf kebobrokan para penguasa dunia. Beberapa negara menentang, tapi tak sedikit yang melakukan pembelaan kepada sang hacker. Tujuannya mudah ditebak-mengamankan diri dari bocornya dokumen-dokumen rahasia negaranya masing-masing dimasa datang. Anomali.
Keadaan yang menyimpang, begitulah kira-kira makna sederhana anomali. Dalam ilmu fisika, teori anomali air mungkin paling bisa menjelaskan proses penyimpangan tersebut. Ketika air didinginkan, maka massa air tersebut akan menjadi semakin berat, tetapi terdapat kejadian yang aneh ketika suhu air tersebut sampai pada suhu 4 derajat Celcius. Di suhu ini, air berhenti menyusut, dan sebaliknya air akan memuai sampai pada suhu 0 derajat C, dan pada suhu 0 inilah es mulai terbentuk, kemudian jadilah es-suatu benda padat yang asalnya dari air. Fenomena ini menjadikan berat massa jenis es menjadi lebih ringan dari air. Penyimpangan terjadi karena, secara teoritis Massa jenis = massa / volume, namun, massa air ini hanya bisa menyusut (volume air berkurang) sampai suhu 4 derajat C saja. sebabnya, karena air memiliki massa jenis paling tinggi pada suhu 4 derajat C.
Dititik dunia yang berbeda. Gemuruh riuh suara penonton menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, mendukung timnas yang sedang berlaga. Merinding di suhu anomalis, 4 derajat Celcius hehe. Jalanan mendadak sepi, namun teriakan-teriakan dukungan silih berganti bersahut-sahutan di sudut-sudut jalan negeri ini. Sudah sejak lama, Indonesia merindukan kejayaan sepakbola. Bahkan, sangking semangatnya untuk menjadi sporter, pas Piala Dunia lalu masyarakat kita banyak yang memakai kaos timnas negara lain, bahkan mengibarkan bendera negara orang lain. Kalau seandainya nasionalisme itu sama dengan keimanan dalam agama, maka mereka pasti telah divonis murtad! hahaha. tapi untunglah itu tidak terjadi. Dan sekarang, momentum itu telah tiba. Timnas Indonesia kali ini, terlihat tangguh, bersemangat, kompak, dan menghibur. Kata sebagian pakar, ada dua momentum penting yang dapat memunculkan euforia nasionalisme masyarakat Indonesia, pertama ketika mendukung timnas bermain bola (dengan catatan: menang) dan kedua ketika terjadi konflik dengan negara tentangga Malaysia. Nah, dua momentum itu kebetulan akan terwujud di final piala AFF nanti. Indonesia vs Malaysia. Semoga Indonesia juara, dan semoga momentum ini bukan hanya sekedar...anomali.
Bagikan
Anomali
4/
5
Oleh
Sofi Mubarok


2 comments
Tulis commentsUp pak yai.......
Replymampir ke webblog lokasi perum bandung.
http://perumahandekatkotabandung.wordpress.com/
salam ..kunjungan pertama saya...
Reply