John Kay. Ia mungkin tak tenar. Tapi ia adalah sosok tersembunyi di balik bergulirnya revolusi industri yang bermula di Inggris. Akibatnya, terjadi percepatan kemajuan ekonomi Inggris di awal abad XVIII dan kemudian menjalar ke sebagian besar daratan Eropa. Namun kemajuan ini dibayar mahal dengan krisis sosial masyarakat kalangan bawah. Harga keringat rakyat semakin murah tak terkendali. Terjadi Chaos dan gejolak rakyat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang begitu cepat dan dahsyat. Bahkan seorang Auguste Comte pun harus memunculkan ilmu baru -Sosiologi, sebagai respon atas mendesaknya mempelajari perubahan sosial yang terjadi.
John Kay adalah penemu flying shuttle. Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat. Industri tekstil mulai muncul dengan mesin-mesin baru yang kemudian dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan setelahnya. Menggantikan tangan dan urat nadi pekerja yang selama ini tergantung nyawanya di situ. Hal ini diperparah oleh gelombang "mesinisasi" di industri-industri padat karya yang lain. Rakyat bergolak, namun perlahan mereka akhirnya terbiasa dengan pola dunia baru ini. Walaupun masih menyisakan ketegangan antara dua kubu baru dunia; pemilik modal vs buruh. Bahkan sampai sekarang.
Perubahan selalu menyisakan shock pada masyarakat yang tidak siap. Sayangnya, mereka adalah penghuni mayoritas planet bumi.
Bagi orang sekarang, sulit mungkin membayangkan dan merasakan, bagaimana keruhnya kondisi sosial masyarakat di masa itu. Faktanya, tanpa disadari, apa yang sekarang terjadi sedikit banyak serupa dengan kondisi sosial yang dulu pernah ada. Ini adalah akibat dari revolusi, tepatnya revolusi digital yang telah dimulai sekitar 40an tahun lalu.
Dibanding pergolakan rakyat yang terjadi pada revolusi industri-nya John Kay, masyarakat revolusi digital sekarang mungkin akan juga kaget, emosi, lalu bingung dan tak sadar diri saat mendengar sosok dibalik revolusi digital ini yang ternyata adalah Superman. Iya, Superman yang pahlawan super tokoh fiksi itu. Hmm.. nggak kaget ya? baiklah. Begini kisahnya.
Pada tahun 1940, ketika perang dunia II (1939-1945) bekecamuk hebat yang seolah hampir menyelimuti dunia, seorang anak usia 6 tahun sedang asik menikmati salah satu dari komik favoritnya. Di sebuah apartemen kecil kota Manhattan Amerika Serikat, Ia membaca lembar demi lembar cerita dan terkagum-kagum pada sosok dan cerita sang pahlawan super yang menjadi tokoh utamanya. Superman. Kemudian tiba-tiba ia berhenti, pada setengah komik. Seperti mendapat ide, dari cerita yang ada. Agaknya, dengan melihat yang akan anak itu lakukan kemudian, dia sedang membaca Action Comics #1 (Komik pertama Superman yang terbit tahun 1939) bukan Superman #1 (Komik pertama dengan nama Superman yang nongol di akhir 1940an). Di Action Comics #1, setengah bagian komik hanya bercerita tentang asal usul Superman dan penjelasan saintifik-teknis seputar kekuatan Superman. Ia dengan cepat mengumpulkan bahan-bahan sederhana di sekitar rumahnya dan lalu merangkainya. Tak berapa lama, radio kristal berhasil ia buat. Saat usianya masih sangat belia. Setahun paska balita.
Ia Leonard Kleinrock. 29 tahun kemudian, sang insinyur ini menemukan internet. Ruh kehidupan modern. Superman dengan kekuatan super dan sejarah hidupnya, telah menginspirasi Leonard untuk melakukan perubahan pada dunia. Agar semakin cepat dan dekat, seperti lesatan kilat sang super hero Superman.
Dampak sosial dari internet memang kelihatan tidak seheboh dampak revolusi industri kala itu. Dampak tersebut tidak terlihat heboh karena ia tidak menyerang komunitas-komunitas sosial yang bisa bergolak sewaktu-waktu. titik serang internet adalah indifidu. Dan kita semua tahu apa yang yang terjadi selanjutnya; krisis identitas indifidu. Pribadi bimbang. Karena di internet seseorang bisa menjadi siapapun. Seperti apapun. Bahkan menjadi Superman. Revolusi kehidupan sosial dimulai.
Informasi fisik dari buku menjadi barang berdebu, karena google lebih cepat mencari yang kita butuhkan. Walau instan. Tak perlu capek-capek ke Perpustakaan. Makna temanpun menjadi aneh. Karena teman bisa diukur secara kuantitatif. Bahkan bisa diputus dengan hanya sekali 'klik'. Bakat komentator bermunculan, tak sedikit yang saling caci mencela. Apalagi dengan akun favorit mereka: anonim. Generasi pengecut muncul, ini bukan sekedar krisis sosial. Jika tidak segera pulih, ini akan menjadi kiamat sosial.
Kedaulatan pribadi tergadaikan, begitu mudahnya melacak identitas seseorang. Tak perlu NSA, pengguna internet biasa pun dapat dengan mudah mencari tahu identitas seseorang. Tidak hanya identitasnya, keadaan, tempat, dan apa yang difikirkan pun dapat diketahui dengan mudahnya. Kerjaan intelejen menjadi lebih mudah. Dan Murah.
Perubahan selalu menyisakan shock pada masyarakat yang tidak siap. Sayangnya, mereka adalah penghuni mayoritas planet bumi. Termasuk saya.
Bagikan
Revolusi Superman
4/
5
Oleh
Sofi Mubarok

